Sudah lama saya tidak posting di blog ini....
Pada kesempatan ini ada hal yang rada menggelitik pikiran saya.
Saya cermati berbagai kejadian, peristiwa...
Mulai dari Pekerjaan, rumah, Lingkungan, dan tidak lupa, Dojo....
Seringkali kita berkomunikasi dengan orang lain, baik di rumah, pekerjaan dan lain-lain...
Yang mungkin kita lupakan atau paling tidak, 'kurang kita cermati' adalah persoalan 'Pengakuan'...
Saya sengaja menggunakan kata ini karena dengan intonasi/penekanan yang berbeda akan diperoleh dua makna yang berbeda...
yang pertama 'pengakuan' dimana kita mengakui sesuatu hal... apakah itu pengakuan tentang keberhasilan seseorang, pengakuan tentang kesalahan yang kita lakukan.... dan lain-lain...
Kata yang sama dengan penekanan yang berbeda adalah 'peng-Akuan"...
Dalam kata ini lebih memunculkan 'Aku' nya... Ego....
Saat kita berbicara dan bertindak seringkali kita tidak sadar bahwa kita sedang melakukan 'Peng-Aku-an'. AKU kan Dan III, AKU kan Butuh 'anu'.... AKU kan begini dan Begitu....
AKU sabuk 'whatever'..... Banyak sekali atribut yang di-AKU-kan....
Segalanya yang baik-baik harus tentang dan untuk 'aku', segala yang buruk harus bukan tentang dan untuk 'aku'...
"aku sarankan dan kuusulkan hal-hal yang berguna buat 'aku' , kalau yang buruk-buruk sih terserah asal bukan buat 'aku'...."
Dengan 'Peng-Aku-an' ini bisa jadi tanpa disadari kita menafikan suatu 'pengakuan', bahwa apa yang terjadi 'sekarang' karena apa yang terjadi 'tadi'. Apa yang terjadi 'hari ini' berkaitan dengan yang terjadi 'hari kemarin'...
Karena besarnya peng-AKU-an ini orang jadi sungkan bahkan ogah melakukan 'pengakuan'...
Bahkan lebih dahsyat lagi 'berupaya keras dengan berbagai dalih & alasan' untuk melenyapkan/menghapus jejak-jejak yang akan menggiringnya kepada suatu 'pengakuan'....
Pahamilah, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan 'peng-AKU-an' ini, Aikido akan sangat sukar....
Sadarilah.....
Allahumma 'qod balaghtu, FASHAD!
Yaa Allah, Telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH!
Semoga Bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab
ragap aikido unisba bandung indonesia
Showing posts with label aikido bandung. Show all posts
Showing posts with label aikido bandung. Show all posts
Sunday, 3 May 2009
Pentingnya Pengakuan....
Labels:
aikido bandung,
Aikidoka,
Aikikai Dan 3,
Dojo Bandung,
Ego,
Kobayashi,
Palsu,
Relax,
Sejarah,
Takeda Shihan,
Unisba,
Unpas,
yamada
Saturday, 6 December 2008
Perkembangan Aikido di Indonesia
Menggembirakan! Sungguh menggembirakan melihat perkembangan Aikido di Indonesia.
Banyak Dojo Aikido tersebar di mana-mana. Di Bandung saja mungkin ada di hampir setiap kecamatan. Apalagi di Jakarta...
Yang lebih mengembirakan lagi adalah keragaman Style Aikido yang ada di Indonesia. Tidak lagi hanya satu jenis style saja. Ada Aikikai Style (dengan beragam style juga), ada yang dari Yoshinkan, ada juga Nishio Style. Seneng deh dengan beragam style seperti ini, Semoga semua praktisi dan Simpatisan Aikido jadi open minded...
Dua Bulan terakhir ini saja paling tidak sudah ada dua orang Shihan yang berkunjung, Pertengahan bulan November kemarin ada Yoshinobu Takeda Shihan (diselenggarakan oleh Aiki Kenkyukai), Tanggal 4 Desember lalu ada kunjungan dari Hiroaki Kobayashi Shihan dan sempet ke Bandung. Menggembirakan memang, dibandingkan tahun 90-an, paling setahun sekali, itu juga kalau ada yang mau ujian Yudansha.
Mungkin ini karena Aikido Indonesia sudah tidak terlalu Sentralisasi ya?? sehingga tiap Dojo apabila mampu, boleh menghadirkan Shihan dari manapun. Kalau memang demikian, syukurlah, Keragaman dan perbedaan tidak semestinya jadi masalah terhadap perkembangan Aikido di Indonesia, tidak saling menjelekan atau menjatuhkan dojo lain yang dianggap 'berbeda' Bahkan dengan adanya perbedaan sudah seharusnya menjadi jalan untuk berkembang lebih baik lagi, saling mendukung antara sesama dojo, bukan sibuk mengorek-ngorek kekurangan dojo/sensei lain apalagi saling menjatuhkan...
Hayu ah, geura saling mendukung...
Terima kasih kepada seluruh Aikidoka di Indonesia dan Dunia....
Allahumma 'qod balaghtu, FASHAD!
Yaa Allah, Telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH!
Semoga Bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab
Ragap Aikido Indonesia Bandung Unisba
Banyak Dojo Aikido tersebar di mana-mana. Di Bandung saja mungkin ada di hampir setiap kecamatan. Apalagi di Jakarta...
Yang lebih mengembirakan lagi adalah keragaman Style Aikido yang ada di Indonesia. Tidak lagi hanya satu jenis style saja. Ada Aikikai Style (dengan beragam style juga), ada yang dari Yoshinkan, ada juga Nishio Style. Seneng deh dengan beragam style seperti ini, Semoga semua praktisi dan Simpatisan Aikido jadi open minded...
Dua Bulan terakhir ini saja paling tidak sudah ada dua orang Shihan yang berkunjung, Pertengahan bulan November kemarin ada Yoshinobu Takeda Shihan (diselenggarakan oleh Aiki Kenkyukai), Tanggal 4 Desember lalu ada kunjungan dari Hiroaki Kobayashi Shihan dan sempet ke Bandung. Menggembirakan memang, dibandingkan tahun 90-an, paling setahun sekali, itu juga kalau ada yang mau ujian Yudansha.
Mungkin ini karena Aikido Indonesia sudah tidak terlalu Sentralisasi ya?? sehingga tiap Dojo apabila mampu, boleh menghadirkan Shihan dari manapun. Kalau memang demikian, syukurlah, Keragaman dan perbedaan tidak semestinya jadi masalah terhadap perkembangan Aikido di Indonesia, tidak saling menjelekan atau menjatuhkan dojo lain yang dianggap 'berbeda' Bahkan dengan adanya perbedaan sudah seharusnya menjadi jalan untuk berkembang lebih baik lagi, saling mendukung antara sesama dojo, bukan sibuk mengorek-ngorek kekurangan dojo/sensei lain apalagi saling menjatuhkan...
Hayu ah, geura saling mendukung...
Terima kasih kepada seluruh Aikidoka di Indonesia dan Dunia....
Allahumma 'qod balaghtu, FASHAD!
Yaa Allah, Telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH!
Semoga Bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab
Ragap Aikido Indonesia Bandung Unisba
Labels:
aikido bandung,
Aikido Indonesia,
Aikikai,
demo aikido,
Dojo Bandung,
Kobayashi,
Nishio,
Sensei,
Takeda,
Yoshinkan,
Yudansha
Sunday, 2 November 2008
Unisba Aikido Club, Sejarah Ringkas
Unisba Aikido Club, Bandung - Indonesia mula-mula dirintis pada tahun 1993 oleh Sensei Atsushi 'Suhaemi' Yamada (saat itu sebagai mahasiswa jurusan Dakwah Fak. Ushuluddin) bersama para mahasiswa yang tergabung dalam FAMU (forum Aktivis Mahasiswa Unisba). Pada tahun 1994 bernama Institut Aikido Indonesia, penggunaan nama ini berkenaan dengan visi atau cita-cita luhur untuk memberikan pelatihan Aikido yang berkualitas dan sistematik di unisba pada khususnya untuk memberikan kontribusi pada perkembangan aikido di Indonesia pada umumnya. Pada tahun 1996 berganti nama menjadi Unisba Aikido Club serta mendapatkan pengakuan/pengesahan/legalitas dari Yayasan Indonesia Aikikai (pada saat itu pengurusnya Bpk. Robert Felix dan Bpk. Katri Hendratmo, dan lain-lain).
Seiring perjalanan waktu dan permasalahan-permasalahan yang muncul ( Unisba Aikido Club mungkin satu-satunya dojo yang berlatih tanpa menggunakan TATAMI, asli lantai keramik pada saat itu), gelombang pasang surut peserta pelatihan Aikido, serta kasus yang cukup besar yang dilakukan oleh Asep Haris terhadap masalah keuangan UAC (Penggelapan dana), maka pada sekitar tahun 1997 Atsushi Yamada mengundurkan diri, di kemudian hari mendirikan Institut Aikido Indonesia di Jl. Setiabudhi - Bandung.
Sepeninggal Sensei Atsushi Yamada, Unisba Aikido Club tetap dipertahankan oleh para murid-murid beliau yang tersisa yang masih konsisten dengan cita-cita pendirian Unisba Aikido Club. Para Senior/Sempai yang tersisa pada saat itu adalah Ir. Asep Supendi (Kampak), Budiana S.H. (Roges), Anwar (Jack) Nasirin, Didih, dan R. Gatot Prasetyo Sigit, ST., ada juga Hery Kebo, Hery Eka Putra, Agus Hermawan (itu yang saya ingat)
Dalam rentang tahun 1997-2000, Unisba Aikido membuka cabangnya di:
1. Unpas Tamansari - (Rommy, Bayu, Badru, Hendra, dkk.)
2. STBA Yapari - Cihampelas (Sdr. Ali dkk)
3. SMUN 5 -Bandung (Asep Supendi, Sugih dkk)
4. Jl. Labuan (Budiana dkk)
5. Cicadas - (tempat Budiana(Roges))
Dengan perjalanan waktu, para sempai pun mulai kurang aktif, utamanya karena faktor pekerjaan dan rumah tangga (di Luar Kota), hanya tinggal 1 orang senior yang secara aktif berupaya mempertahankan eksistensi Unisba Aikido Club yaitu saya, R. Gatot P. Sigit, S.T. , sehingga cabang-cabang yang sudah dibentuk tidak terpelihara, hingga kini hanya dojo unpas dan unisba yang masih aktif.
Terdapat periode yang sangat kritis (sekitar tahun 2000) dengan anggota yang dapat dihitung dengan jari, namun mereka saya sebut para DEFENDER of Unisba Aikido Club, yang saya ingat adalah Ahmad Fanany dan Teddy ( my respect akan militansinya berlatih di Unisba dari Jatinangor), Didi dan Andri (Unpas), Dasuki Planologi (sekarang di Riau) Rommy (Sukabumi) dan Ilham (Jatinagor), David (Fikom-Unisba), Agus Hermawan (Fikom-Unisba).
Kemudian tidak boleh dilupakan adalah Peran Unpas Dojo dalam mempertahankan Unisba Aikido Club ini, saat itu Para Defender dari Unpas adalah Rommy, Bayu, Kiki Badru dan Hendra serta Ohim (Fauzil Rohim) dan sautu lagi orang serang Banten saya rada lupa namanya euy, anu ompong, kurus rambutnya rada gondrong (Rommy, hendra, cik inget henteu? bejaan sisayah nya...). Ah, Inget sekarang EKA! (Ekek)My respect for you guys.... !!!
Pada tahun 2006, Karena saya-pun harus juga memikirkan kondisi diri saya sendiri, saya mulai sibuk dengan pekerjaan, setelah berkonsultasi dengan Budiana (Roges) akhirnya kami sepakati untuk mengafiliasikan Unisba Aikido Club dengan Pengda Jabar (Gudut). Budiana memprakarsai pertemuan kami dengan Yudi (Sensei dari Gudut tinggal di Jl. Leuwi Panjang). Alhamdulillah, saya sangat menghargai kedatangan Yudi untuk membicarakan soal afiliasi ini, Yudi begitu 'welcome' dan membuat semangat kami bertambah. Terima Kasih Yud!. Saya mulai menindaklanjuti hasil pembicaraan dengan Yudi, dan menemui Kang Agus di Gudut, beliau menyarankan untuk membuat proposal Afiliasi. Saya serahkan tugas pembuatan proposal itu kepada para naggota UAC yang aktif saat itu, namun seperti biasa, LELET!. Sampai pada sekitar akhir tahun 2007, salah seorang anggota (Igun) menawarkan 'Temannya yang Aikidoka" yang ingin belajar 'Reiki' kepadanya (Igun adalah Praktisi Reiki juga, udah level 3 kali ya gun?? :)) untuk mengajar di Unisba. Saya pikir kenapa tidak, itu bisa memudahkan jalan untuk afiliasi, so akhirnya 'Teman Igun" itupun mengajar di Unisba (namanya Teguh).
Akhirnya pada tahun 2008 UAC bergabung dengan Pengda Jabar (gudang Utara), kini Sensei yang Mengajar adalah Sensei Teguh, dengan Ketua organisasi Indra (Fak. Hukum)dkk. ada Novi, Igun, Lisa, Rocky, Dicky, Rio, Didi(unpas), Donny dan sebagainya.
Mudah-mudahan Penggabungan (Afiliasi) ini tidak memadamkan Visi dan Misi Pendirian UAC beserta segala spirit, semangat dan Filosofi yang diajarkan dan dipelihara selama ini.
Btw, dari tahun 2007 sudah punya tatami sederhana, ukuran 120x240 ada 6 lbr hasil patungan Unisba dengan tim Unpas (Rommy, Kiki Badru, Hendra bang Pa'i, Agus Gaek dll)
Apabila ada yang mau menambahkan atau mengoreksi sejarah ini saya persilakan... banyak nama yang tidak saya sebutkan karena beberapa faktor, salah satunya, lupa.... hehehe...
Luruskan niat, bersihkan hati dan istiqomahlah....
Allohumma 'qod balaghtu, Fashad..!
Ya Allah, telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH..!
Semoga bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab
Ragap Aikido Indonesia Bandung Unisba
Seiring perjalanan waktu dan permasalahan-permasalahan yang muncul ( Unisba Aikido Club mungkin satu-satunya dojo yang berlatih tanpa menggunakan TATAMI, asli lantai keramik pada saat itu), gelombang pasang surut peserta pelatihan Aikido, serta kasus yang cukup besar yang dilakukan oleh Asep Haris terhadap masalah keuangan UAC (Penggelapan dana), maka pada sekitar tahun 1997 Atsushi Yamada mengundurkan diri, di kemudian hari mendirikan Institut Aikido Indonesia di Jl. Setiabudhi - Bandung.
Sepeninggal Sensei Atsushi Yamada, Unisba Aikido Club tetap dipertahankan oleh para murid-murid beliau yang tersisa yang masih konsisten dengan cita-cita pendirian Unisba Aikido Club. Para Senior/Sempai yang tersisa pada saat itu adalah Ir. Asep Supendi (Kampak), Budiana S.H. (Roges), Anwar (Jack) Nasirin, Didih, dan R. Gatot Prasetyo Sigit, ST., ada juga Hery Kebo, Hery Eka Putra, Agus Hermawan (itu yang saya ingat)
Dalam rentang tahun 1997-2000, Unisba Aikido membuka cabangnya di:
1. Unpas Tamansari - (Rommy, Bayu, Badru, Hendra, dkk.)
2. STBA Yapari - Cihampelas (Sdr. Ali dkk)
3. SMUN 5 -Bandung (Asep Supendi, Sugih dkk)
4. Jl. Labuan (Budiana dkk)
5. Cicadas - (tempat Budiana(Roges))
Dengan perjalanan waktu, para sempai pun mulai kurang aktif, utamanya karena faktor pekerjaan dan rumah tangga (di Luar Kota), hanya tinggal 1 orang senior yang secara aktif berupaya mempertahankan eksistensi Unisba Aikido Club yaitu saya, R. Gatot P. Sigit, S.T. , sehingga cabang-cabang yang sudah dibentuk tidak terpelihara, hingga kini hanya dojo unpas dan unisba yang masih aktif.
Terdapat periode yang sangat kritis (sekitar tahun 2000) dengan anggota yang dapat dihitung dengan jari, namun mereka saya sebut para DEFENDER of Unisba Aikido Club, yang saya ingat adalah Ahmad Fanany dan Teddy ( my respect akan militansinya berlatih di Unisba dari Jatinangor), Didi dan Andri (Unpas), Dasuki Planologi (sekarang di Riau) Rommy (Sukabumi) dan Ilham (Jatinagor), David (Fikom-Unisba), Agus Hermawan (Fikom-Unisba).
Kemudian tidak boleh dilupakan adalah Peran Unpas Dojo dalam mempertahankan Unisba Aikido Club ini, saat itu Para Defender dari Unpas adalah Rommy, Bayu, Kiki Badru dan Hendra serta Ohim (Fauzil Rohim) dan sautu lagi orang serang Banten saya rada lupa namanya euy, anu ompong, kurus rambutnya rada gondrong (Rommy, hendra, cik inget henteu? bejaan sisayah nya...). Ah, Inget sekarang EKA! (Ekek)My respect for you guys.... !!!
Pada tahun 2006, Karena saya-pun harus juga memikirkan kondisi diri saya sendiri, saya mulai sibuk dengan pekerjaan, setelah berkonsultasi dengan Budiana (Roges) akhirnya kami sepakati untuk mengafiliasikan Unisba Aikido Club dengan Pengda Jabar (Gudut). Budiana memprakarsai pertemuan kami dengan Yudi (Sensei dari Gudut tinggal di Jl. Leuwi Panjang). Alhamdulillah, saya sangat menghargai kedatangan Yudi untuk membicarakan soal afiliasi ini, Yudi begitu 'welcome' dan membuat semangat kami bertambah. Terima Kasih Yud!. Saya mulai menindaklanjuti hasil pembicaraan dengan Yudi, dan menemui Kang Agus di Gudut, beliau menyarankan untuk membuat proposal Afiliasi. Saya serahkan tugas pembuatan proposal itu kepada para naggota UAC yang aktif saat itu, namun seperti biasa, LELET!. Sampai pada sekitar akhir tahun 2007, salah seorang anggota (Igun) menawarkan 'Temannya yang Aikidoka" yang ingin belajar 'Reiki' kepadanya (Igun adalah Praktisi Reiki juga, udah level 3 kali ya gun?? :)) untuk mengajar di Unisba. Saya pikir kenapa tidak, itu bisa memudahkan jalan untuk afiliasi, so akhirnya 'Teman Igun" itupun mengajar di Unisba (namanya Teguh).
Akhirnya pada tahun 2008 UAC bergabung dengan Pengda Jabar (gudang Utara), kini Sensei yang Mengajar adalah Sensei Teguh, dengan Ketua organisasi Indra (Fak. Hukum)dkk. ada Novi, Igun, Lisa, Rocky, Dicky, Rio, Didi(unpas), Donny dan sebagainya.
Mudah-mudahan Penggabungan (Afiliasi) ini tidak memadamkan Visi dan Misi Pendirian UAC beserta segala spirit, semangat dan Filosofi yang diajarkan dan dipelihara selama ini.
Btw, dari tahun 2007 sudah punya tatami sederhana, ukuran 120x240 ada 6 lbr hasil patungan Unisba dengan tim Unpas (Rommy, Kiki Badru, Hendra bang Pa'i, Agus Gaek dll)
Apabila ada yang mau menambahkan atau mengoreksi sejarah ini saya persilakan... banyak nama yang tidak saya sebutkan karena beberapa faktor, salah satunya, lupa.... hehehe...
Luruskan niat, bersihkan hati dan istiqomahlah....
Allohumma 'qod balaghtu, Fashad..!
Ya Allah, telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH..!
Semoga bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab
Ragap Aikido Indonesia Bandung Unisba
Labels:
aikido bandung,
Aikido Indonesia,
Aikikai,
Cihampelas,
Dojo Bandung,
Hati Bersih,
Istiqomah,
Masjid,
Reiki,
Sejarah,
STBA,
Unisba,
Unpas,
yamada
Friday, 31 October 2008
Extend Ki
Extend Ki, bila diterjemahkan harafiah bebas berarti memanjangkan atau meneruskan Ki.
Sebelum membahas lebih lanjut soal Extend Ki, kita bahas sepintas soal Ki - nya itu sendiri.
Ki, banyak yang mengartikan sebagai universal life force, daya hidup universal/semesta, energi hidup, energi alam semesta yang terdapat di alam semesta ini. Walaupun banyak yang skeptis tentang ini karena katanya belum terbukti apakah itu wujud, asal materinya dan proses transformasinya apabila ia adalah energi. Ada juga yang mengartikan sebagai Semangat atau spirit serta daya selaras berdasarkan kepekaan. Jadi jangan risau, kita semua punya Ki dan di sekitar kita pun Ki melimpah ruah....
Banyak topik yang membahas metoda latihan Ki ini, dari mulai meditasi yang sederhana sampai Konsep latihan yang lumayan rumit, yang juga berkaitan dengan Chakra dan Mudra serta kundalini.
Yang sederhana adalah dengan melatih Ki Breathing (Pernafasan Ki (Chi-Kung)) yang dicontohkan oleh Koichi Tohei, yang biasanya sering kita praktekan di awal dan akhir latihan.
Ki dalam Aikido lebih bersifat spirit, yang dimanifestasikan kerjanya oleh pikiran (mind), oleh sebab itu Aikido sering juga disebut sebagai seni unifikasi body and mind, penyelarasan pikiran dan tubuh. Hal ini didasarkan pada prinsip utama Ki yaitu : "Where mind goes, Ki follows..." Ke mana pikiran menuju, ke sanalah Ki mengikuti....
Dari prinsip utama di atas, selama kita punya mind, kita nggak perlu risau dengan urusan Ki ini, karena Jika Ki memang ada maka ia akan bekerja selama mind kita bekerja.... If Ki exist, it will work.... so, don't worry about Ki.....
Berkaitan dengan Pikiran, maka pasti akan sangat berhubungan erat dengan NIAT.
Saya lebih memberikan perhatian pada pengolahan niat ini. Karena niat sangatlah cepat dibandingkan dengan berpikir itu sendiri.....
Lalu bagaimana dengan memanjangkan/meneruskan Ki (Extend Ki) itu?
Yang saya pahami dan lakukan selama ini hanyalah menetapkan niat dan memproyeksikannya ke arah yang saya tuju sejauh mungkin dan niat saya tidak berubah, konsisten, istiqomah....
Extend di sini saya maknai seperti proyeksi. Kalau saya niat maju, tetap maju dan diproyeksikan jauh sekali, saya tenkan saya hanya berpikir tenkan luas sekali....
Mungkin ada yang tahu prinsip orang Silat Sunda, "maneh arek, urang anggeus..." (Kamu baru hendak, saya sudah selesai....) atau ' mangga tipayun abdi tiheula' ( silakan didepan saya duluan...) kurang lebih seperti itulah...
Karena Aikido bertalian dengan harmonisasi atau keselarasan, maka di sini sangat dibutuhkan kepekaan-rasa, ini yang juga perlu dilatih agar kita bisa peka terhadap setiap pergerakan dan aksi reaksi yang terjadi, jangan Fals, harmoni agar lagunya merdu. So, Ki juga bisa diartikan sebagai 'Rasa'. Itu sebabnya beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2002, saya pernah berdiskusi dan sharing dengan seorang praktisi silat tradisionil Sunda yang sudah pada level mengolah rasa. Ketika sharing teknik Aikido yang saya pergunakan dia bertanya soal Ki, dan kami masing masing menunjukan beberapa teknik yang menggunakan Rasa (versi dia) dan extending Ki (versi saya) sehingga akhirnya saya mengambil kesimpulan sampai saat ini bahwa Ki itu berkaitan erat dengan Rasa.
Mungkin Rasa ini juga yang kurang mendapat perhatian dari banyak praktisi Aikido, terjebak dalam glamournya teknik yang memukau.... dan tampak hebat, keinginan untuk mengalahkan... padahal tidak boleh berpikir menang atau kalah, sehingga Kepekaan rasa-nya tidak terolah.
Yang tidak kalah pentingnya adalah Timing.... 'saat yang tepat' Hal ini bisa terolah dengan baik apabila kepekaan rasanya terlatih baik, sehingga seolah-olah kita tahu apa yang akan diperbuat lawan...... kayak mind reader, gitu.... hehehe....
So, untuk berlatih extend Ki, kita bisa gunakan metode unbendable arm dan juga cara-cara untuk melatih Keep One Point (center), ditambah dengan zagi waza kokyu ho, jangan lupa untuk lebih merasakan fenomena-fenomena yang terjadi pada dan dalam diri kita juga di sekitar kita.
Allohumma 'qod balaghtu, Fashad..!
Ya Allah, telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH..!
Semoga bermanfaat,
Allahu 'alam bishshowab
Sebelum membahas lebih lanjut soal Extend Ki, kita bahas sepintas soal Ki - nya itu sendiri.
Ki, banyak yang mengartikan sebagai universal life force, daya hidup universal/semesta, energi hidup, energi alam semesta yang terdapat di alam semesta ini. Walaupun banyak yang skeptis tentang ini karena katanya belum terbukti apakah itu wujud, asal materinya dan proses transformasinya apabila ia adalah energi. Ada juga yang mengartikan sebagai Semangat atau spirit serta daya selaras berdasarkan kepekaan. Jadi jangan risau, kita semua punya Ki dan di sekitar kita pun Ki melimpah ruah....
Banyak topik yang membahas metoda latihan Ki ini, dari mulai meditasi yang sederhana sampai Konsep latihan yang lumayan rumit, yang juga berkaitan dengan Chakra dan Mudra serta kundalini.
Yang sederhana adalah dengan melatih Ki Breathing (Pernafasan Ki (Chi-Kung)) yang dicontohkan oleh Koichi Tohei, yang biasanya sering kita praktekan di awal dan akhir latihan.
Ki dalam Aikido lebih bersifat spirit, yang dimanifestasikan kerjanya oleh pikiran (mind), oleh sebab itu Aikido sering juga disebut sebagai seni unifikasi body and mind, penyelarasan pikiran dan tubuh. Hal ini didasarkan pada prinsip utama Ki yaitu : "Where mind goes, Ki follows..." Ke mana pikiran menuju, ke sanalah Ki mengikuti....
Dari prinsip utama di atas, selama kita punya mind, kita nggak perlu risau dengan urusan Ki ini, karena Jika Ki memang ada maka ia akan bekerja selama mind kita bekerja.... If Ki exist, it will work.... so, don't worry about Ki.....
Berkaitan dengan Pikiran, maka pasti akan sangat berhubungan erat dengan NIAT.
Saya lebih memberikan perhatian pada pengolahan niat ini. Karena niat sangatlah cepat dibandingkan dengan berpikir itu sendiri.....
Lalu bagaimana dengan memanjangkan/meneruskan Ki (Extend Ki) itu?
Yang saya pahami dan lakukan selama ini hanyalah menetapkan niat dan memproyeksikannya ke arah yang saya tuju sejauh mungkin dan niat saya tidak berubah, konsisten, istiqomah....
Extend di sini saya maknai seperti proyeksi. Kalau saya niat maju, tetap maju dan diproyeksikan jauh sekali, saya tenkan saya hanya berpikir tenkan luas sekali....
Mungkin ada yang tahu prinsip orang Silat Sunda, "maneh arek, urang anggeus..." (Kamu baru hendak, saya sudah selesai....) atau ' mangga tipayun abdi tiheula' ( silakan didepan saya duluan...) kurang lebih seperti itulah...
Karena Aikido bertalian dengan harmonisasi atau keselarasan, maka di sini sangat dibutuhkan kepekaan-rasa, ini yang juga perlu dilatih agar kita bisa peka terhadap setiap pergerakan dan aksi reaksi yang terjadi, jangan Fals, harmoni agar lagunya merdu. So, Ki juga bisa diartikan sebagai 'Rasa'. Itu sebabnya beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2002, saya pernah berdiskusi dan sharing dengan seorang praktisi silat tradisionil Sunda yang sudah pada level mengolah rasa. Ketika sharing teknik Aikido yang saya pergunakan dia bertanya soal Ki, dan kami masing masing menunjukan beberapa teknik yang menggunakan Rasa (versi dia) dan extending Ki (versi saya) sehingga akhirnya saya mengambil kesimpulan sampai saat ini bahwa Ki itu berkaitan erat dengan Rasa.
Mungkin Rasa ini juga yang kurang mendapat perhatian dari banyak praktisi Aikido, terjebak dalam glamournya teknik yang memukau.... dan tampak hebat, keinginan untuk mengalahkan... padahal tidak boleh berpikir menang atau kalah, sehingga Kepekaan rasa-nya tidak terolah.
Yang tidak kalah pentingnya adalah Timing.... 'saat yang tepat' Hal ini bisa terolah dengan baik apabila kepekaan rasanya terlatih baik, sehingga seolah-olah kita tahu apa yang akan diperbuat lawan...... kayak mind reader, gitu.... hehehe....
So, untuk berlatih extend Ki, kita bisa gunakan metode unbendable arm dan juga cara-cara untuk melatih Keep One Point (center), ditambah dengan zagi waza kokyu ho, jangan lupa untuk lebih merasakan fenomena-fenomena yang terjadi pada dan dalam diri kita juga di sekitar kita.
Allohumma 'qod balaghtu, Fashad..!
Ya Allah, telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH..!
Semoga bermanfaat,
Allahu 'alam bishshowab
Labels:
aikido bandung,
Aikido Dojo,
Aikido Techniques,
Aikikai,
Chi,
Extend Ki,
Ki,
Kobayashi Shihan,
Koichi Tohei,
Reiki,
Relax,
Soft Aikido,
Takeda Shihan,
Ueshiba,
Yoshinkan
Subscribe to:
Posts (Atom)
