Sunday, 2 November 2008

Jadwal Latihan

Unisba - Jl. Tamansari No. 1 Bandung - Indonesia
Selasa Jam: 16.00 - 18.00
Jum'at Jam: 16.00 - 18.00

Unisba Aikido Club, Sejarah Ringkas

Unisba Aikido Club, Bandung - Indonesia mula-mula dirintis pada tahun 1993 oleh Sensei Atsushi 'Suhaemi' Yamada (saat itu sebagai mahasiswa jurusan Dakwah Fak. Ushuluddin) bersama para mahasiswa yang tergabung dalam FAMU (forum Aktivis Mahasiswa Unisba). Pada tahun 1994 bernama Institut Aikido Indonesia, penggunaan nama ini berkenaan dengan visi atau cita-cita luhur untuk memberikan pelatihan Aikido yang berkualitas dan sistematik di unisba pada khususnya untuk memberikan kontribusi pada perkembangan aikido di Indonesia pada umumnya. Pada tahun 1996 berganti nama menjadi Unisba Aikido Club serta mendapatkan pengakuan/pengesahan/legalitas dari Yayasan Indonesia Aikikai (pada saat itu pengurusnya Bpk. Robert Felix dan Bpk. Katri Hendratmo, dan lain-lain).

Seiring perjalanan waktu dan permasalahan-permasalahan yang muncul ( Unisba Aikido Club mungkin satu-satunya dojo yang berlatih tanpa menggunakan TATAMI, asli lantai keramik pada saat itu), gelombang pasang surut peserta pelatihan Aikido, serta kasus yang cukup besar yang dilakukan oleh Asep Haris terhadap masalah keuangan UAC (Penggelapan dana), maka pada sekitar tahun 1997 Atsushi Yamada mengundurkan diri, di kemudian hari mendirikan Institut Aikido Indonesia di Jl. Setiabudhi - Bandung.

Sepeninggal Sensei Atsushi Yamada, Unisba Aikido Club tetap dipertahankan oleh para murid-murid beliau yang tersisa yang masih konsisten dengan cita-cita pendirian Unisba Aikido Club. Para Senior/Sempai yang tersisa pada saat itu adalah Ir. Asep Supendi (Kampak), Budiana S.H. (Roges), Anwar (Jack) Nasirin, Didih, dan R. Gatot Prasetyo Sigit, ST., ada juga Hery Kebo, Hery Eka Putra, Agus Hermawan (itu yang saya ingat)

Dalam rentang tahun 1997-2000, Unisba Aikido membuka cabangnya di:
1. Unpas Tamansari - (Rommy, Bayu, Badru, Hendra, dkk.)
2. STBA Yapari - Cihampelas (Sdr. Ali dkk)
3. SMUN 5 -Bandung (Asep Supendi, Sugih dkk)
4. Jl. Labuan (Budiana dkk)
5. Cicadas - (tempat Budiana(Roges))

Dengan perjalanan waktu, para sempai pun mulai kurang aktif, utamanya karena faktor pekerjaan dan rumah tangga (di Luar Kota), hanya tinggal 1 orang senior yang secara aktif berupaya mempertahankan eksistensi Unisba Aikido Club yaitu saya, R. Gatot P. Sigit, S.T. , sehingga cabang-cabang yang sudah dibentuk tidak terpelihara, hingga kini hanya dojo unpas dan unisba yang masih aktif.

Terdapat periode yang sangat kritis (sekitar tahun 2000) dengan anggota yang dapat dihitung dengan jari, namun mereka saya sebut para DEFENDER of Unisba Aikido Club, yang saya ingat adalah Ahmad Fanany dan Teddy ( my respect akan militansinya berlatih di Unisba dari Jatinangor), Didi dan Andri (Unpas), Dasuki Planologi (sekarang di Riau) Rommy (Sukabumi) dan Ilham (Jatinagor), David (Fikom-Unisba), Agus Hermawan (Fikom-Unisba).

Kemudian tidak boleh dilupakan adalah Peran Unpas Dojo dalam mempertahankan Unisba Aikido Club ini, saat itu Para Defender dari Unpas adalah Rommy, Bayu, Kiki Badru dan Hendra serta Ohim (Fauzil Rohim) dan sautu lagi orang serang Banten saya rada lupa namanya euy, anu ompong, kurus rambutnya rada gondrong (Rommy, hendra, cik inget henteu? bejaan sisayah nya...). Ah, Inget sekarang EKA! (Ekek)My respect for you guys.... !!!

Pada tahun 2006, Karena saya-pun harus juga memikirkan kondisi diri saya sendiri, saya mulai sibuk dengan pekerjaan, setelah berkonsultasi dengan Budiana (Roges) akhirnya kami sepakati untuk mengafiliasikan Unisba Aikido Club dengan Pengda Jabar (Gudut). Budiana memprakarsai pertemuan kami dengan Yudi (Sensei dari Gudut tinggal di Jl. Leuwi Panjang). Alhamdulillah, saya sangat menghargai kedatangan Yudi untuk membicarakan soal afiliasi ini, Yudi begitu 'welcome' dan membuat semangat kami bertambah. Terima Kasih Yud!. Saya mulai menindaklanjuti hasil pembicaraan dengan Yudi, dan menemui Kang Agus di Gudut, beliau menyarankan untuk membuat proposal Afiliasi. Saya serahkan tugas pembuatan proposal itu kepada para naggota UAC yang aktif saat itu, namun seperti biasa, LELET!. Sampai pada sekitar akhir tahun 2007, salah seorang anggota (Igun) menawarkan 'Temannya yang Aikidoka" yang ingin belajar 'Reiki' kepadanya (Igun adalah Praktisi Reiki juga, udah level 3 kali ya gun?? :)) untuk mengajar di Unisba. Saya pikir kenapa tidak, itu bisa memudahkan jalan untuk afiliasi, so akhirnya 'Teman Igun" itupun mengajar di Unisba (namanya Teguh).
Akhirnya pada tahun 2008 UAC bergabung dengan Pengda Jabar (gudang Utara), kini Sensei yang Mengajar adalah Sensei Teguh, dengan Ketua organisasi Indra (Fak. Hukum)dkk. ada Novi, Igun, Lisa, Rocky, Dicky, Rio, Didi(unpas), Donny dan sebagainya.
Mudah-mudahan Penggabungan (Afiliasi) ini tidak memadamkan Visi dan Misi Pendirian UAC beserta segala spirit, semangat dan Filosofi yang diajarkan dan dipelihara selama ini
.

Btw, dari tahun 2007 sudah punya tatami sederhana, ukuran 120x240 ada 6 lbr hasil patungan Unisba dengan tim Unpas (Rommy, Kiki Badru, Hendra bang Pa'i, Agus Gaek dll)

Apabila ada yang mau menambahkan atau mengoreksi sejarah ini saya persilakan... banyak nama yang tidak saya sebutkan karena beberapa faktor, salah satunya, lupa.... hehehe...

Luruskan niat, bersihkan hati dan istiqomahlah....

Allohumma 'qod balaghtu, Fashad..!

Ya Allah, telah aku sampaikan, maka SAKSIKANLAH..!



Semoga bermanfaat,
Allahu'alam bishshowab

Ragap Aikido Indonesia Bandung Unisba

Saturday, 1 November 2008

Atemi is useless...???

ini saya dapat dari forum sebelah mengenai atemi, menarik...
silakan baca dan analisis...
jangan lupa berikan komentar dan opini..... :D

Dari Aikiweb Forum:

Re: Aikido is useless without atemi...
Atemi is not needed, it's a waste of time. The quicker you can get the person to the ground with a throw or pin the better. What's the saying..."crap or get off the pot." Using atemi breaks flow and timing for a good technique. The more time you waste on a person the more time you give them to respond. If you use an atemi there is not telling what his response is, he may react in a way you don't know. What if the other person IS a marital artists and proceeds to respond in his style. You're better off redirecting the situation before he can regain balance and coordination, at least in countering your flow you can counter back with a different flow. Besides, if you're using atemi you might as well just stick to striking until he's knocked out or on the ground; don't call it Aikido, it's just self-defense.

BJJ practitioners can subdue opponents without blows and it's very effective, there's no reason Aikido can't do the same. Using atemi will reduce your skills in timing, which is a major factor in Aikido. It's almost a unique trait in Martial Arts compared to others. In my experiences with altercation, it lasted less than a second, the longest was about 5 seconds. Don't waste time, get down to business. That could mean pre-empting with an iriminage as he's cocking back his fist, or going under a hook and coming to the outside for kokyunage. Whatever it is, get to it and don't waste time.

So my message: Perfect your technique and timing so you don't have to use atemi. If you need it, you could not complete the technique but you defended yourself. Congratulations. The point of Aikido is to learn to harmonize with attackers and find a peaceful resolution between both people, not enact violence because you fear for your life.

-Alexander

Glady, after regular training, randori (up to 8 ppl so far), sparring with other martial artists, and real life situations (one on one to a group of 20 ppl) I've been in...I've realized an AIKIDO technique with atemi is a waste of time. It destroys its effectiveness as a martial art. Atemi to me is using a strike, or what Aikidoka call strikes before the throw or pin. To other martial artists the atemi we use is kind of a joke, but that's another issue. If you talk about yelling or something else that to me is Kiai or energy, which you need a lot of in Aikido and in life.

Now striking in general, punching, kicking, etc. IS effective, so I'm not saying attacks are ineffective but attacks with Aikido is. In randori, multiple attackers 2-8, you have no time for an atemi AND a throw, only a throw OR atemi. But you can't exactly render an uke unconscious in class so it's hard to gauge the effectiveness of your strike during randori. Aikidoka aren't renowned for their superior strikes, it's something that's sorely lacking. You better throwing your attacker into someone else and controlling the crowd.

I have been cross training for about 10 yrs now and when I spar people of other martial arts, their reflexes in kicking and punching are much faster than the average Aikidoka trying to use atemi. They are always beaten trying to go toe to toe with someone who SOLELY practices kicking and/or punching. After changing my strategy though, which was to drive in close for Aikido I became much more effective in using JUST Aikido. And when you're that close you have only time for one answer, throw or pin not play with your partner. Once the response was instantaneous you leave no gap for people to respond or get away, and since they are use to fighting people at a certain distance they do not have an answer to your technique.

In real life, it was the same principle. Don't waste time, do your technique fast and get them on the ground. I have struck someone before, but I did not call it Aikido. It was just a response. But the next situation I remembered my principles in Aikido and brought the attacker down without having to hit him, by then his friends came and apologized for him being a drunk idiot. Usually I avoid fight situations but I have a weakness for standing up for other people when they are being bullied, especially females.

As for BJJ, the goal is to subdue an opponent with a choke or pin, they don't control positions, they flow with the persons movement and find an opening for a pin or choke. JUST LIKE AIKIDO, just on the ground. ...and more training against resistance. So in their practice it's important to have superior technique, not use atemi to get the arm bar. It's to move in a position to get you to expose a limb so they can take it and lock it. It's fun! You should try it sometime.

Speaking of "real situations" and responses, here's a great video that should illustrate a good point about real life. I think we often misrepresent real life with movies....
http://www.youtube.com/watch?v=k3QAJoZ7FhY
-A

Ada komentar dan opini buat hal ini??

Lowongan Kerja